Badrul Mustafa’s Martini adalah sebuah lukisan-cukil karya sahabat saya, Rob Pearce. Ia seorang seniman asal Wales (UK) yang berdomisili di Cipayung. Seorang teman yang menyenangkan untuk bicara banyak hal. Mulai dari topik yang penuh sumpah-serapah sampai ke pembahasan tentang buku-buku menarik yang pernah ia baca.

Selama pandemi, saya hanya sekali bertemu dengannya. Ketika pameran Irawan Karseno di Galerikertas tempat saya bekerja, ia datang bersama Kurt J Kaler dan Oppie Andaresta. Tak terduga, beberapa waktu lalu, Rob menelepon dan mengajak mampir ke rumahnya. Saya memang sudah lama tidak ngopi-ngopi ke sana sembari melihat karya terbarunya. Rob bilang ia sedang mengerjakan banyak sekali karya baru. Tentu saja, saya tak sabar untuk melihatnya. “I’ll text you soon!” kata saya padanya. Beberapa hari kemudian saya mengabarkan kapan saya akan rumahnya.

lukisan badrul mustafa's martini

Saya menyimak satu per satu karya Rob. Ada sebuah karya yang cukup besar yang belum selesai. Ia membuat kulisan-cuil di sebuah benda seperti tabung. Ia bercerita bahwa ia membuat karya itu sambil mendengarkan novel War and Peace versi audio karya Leo Tolstoy. “Novel yang bagus sekali!” ujar Rob antusias. Lalu saya melihat sebuah karya lain (yang baru kemudian saya ketahui judulnya Badrul Mustafa’s Martini). Ketika itu, saya berujar ke Rob: “Rob, saya suka pilihan warnanya. Saya bahkan punya sepatu berwarna (biru) seperti ini!” Lalu Rob bilang, itu memang untuk kamu. Saya bertanya: ini untuk saya? Benarkah?

Saya terkejut ketika saya tahu bahwa karya itu dibuat dari puisi saya, Badrul Mustafa. Apa judulnya Rob, tanya saya. “Badrul Mustafa’s Martini,” jawab Rob. Saya bilang ke Rob: Kini ada dua benda yang akan saya pajang bila saya punya keluarga dan rumah nantinya, yaitu mesin tik milik ayah saya dan lukisan ini! Terimakasih Rob!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *